Pages

Come and be with me

20100809

Bahaya FITNAH

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 3:23 pm 0 komen dari pembaca
Diperoleh (http://www.hidayatjati2u.com/bahayafitnah.html)

Hadis Huzaifah r.a katanya:
Aku telah mendengar Rasullullah s.a.w bersabda:
"Tidak masuk Syurga orang yang suka menabur fitnah".


DOSA MENGUMPAT HANYA BOLEH DIAMPUN OLEH MANGSA

Mengumpat ialah menceritakan atau menyebut keburukan atau kekurangan seseorang kepada orang lain. Rasullullah S.A.W. menjelaskan mengenai mengumpat seperti sabdanya bermaksud

"Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya"(HadisRiwayat Muslim)

Mengumpat berlaku sama ada disedari atau tidak. Perbuatan itu termasuk apabila menyebut atau menceritakan keburukan biarpun tanpa menyebut nama pelakunya tetapi diketahui oleh orang yang mendengarnya. Memandangkan betapa buruk dan hinanya mengumpat, disamakan seperti memakan daging saudara seagama. Manusia waras tidak sanggup memakan daging manusia, inikan pula daging saudara sendiri.

Dosa mengumpat bukan saja besar, malah antara dosa yang tidak akan diampunkan oleh Allah biarpun pelakunya benar-benar bertaubat. Dosa mengumpat hanya layak diampunkan oleh orang yang diumpatkan. Selagi orang yang diumpatnya tidak mengampunkan, maka dosa itu akan kekal dan menerima pembalasannya diakhirat. Sabda Rasulullah S.A.W.

Bermaksud: Awaslah daripada mengumpat kerana mengumpat itu lebih berdosa daripada zina. Sesungguhnya orang melakukan zina, apabila dia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat"
 (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad)


Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa. Hakikat inilah perlu direnungkan oleh semua. Mengumpat dan mencari kesalahan orang lain akan mendedahkan diri pelakunya diperlakukan perkara yang sama oleh orang lain. Allah akan membalas perbuatan itu dengan mendedahkan keburukan pada dirinya. Sabda Rasullullah S.A.W.

"Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan jangan lah kamu mengintip-intip keaibannya. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya, dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri"
(Hadis riwayat Abu Daud)

Orang yang mengumpat akan mendapat kerugian besar pada hari akhirat. Pada rekod amalan mereka akan dicatatkan sebagai perbuatan menghapuskan pahala. Sabda Rasullullah S.A.W.

Bermaksud :"Perbuatan mengumpat itu samalah seperti api memakan ranting kayu kering". Pahala yang dikumpulkan sebelum itu akan musnah atau dihapuskan seperti mudahnya api memakan kayu kering sehingga tidak tinggal apa-apa lagi."
(Diriwayatkan oleh Abu Ummah al-Bahili)

Diakhirat seorang terkejut besar apabila melihat cacatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya didunia.

Maka, dia berkata kepada Allah:
"Wahai Tuhan ku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukannya".

Maka Allah menjawab:
"Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui".

Peliharalah LIDAHmu

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 3:15 pm 0 komen dari pembaca
Di bawah ini mafhum hadis Rasulullah saw tentang kepentingan dan kewajipan menjaga tutur kata dan percakapan agar tidak melanggar syariat dan agama.

1- Daripada Sahl bin Saad: Rasulullah saw bersabda Sesiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku bahawa dia akan menjadi apa yg berada di antara dua janggutnya (misai dan janggut) dan apa yang ada antara kedua kakinya (alat kelamin) maka aku jamin syurga kepadanya” (Bukhari: 314 dan Tarmizi:2408)

2- Daripada Abu Hurairah: Seorang sahabat telah bertanya Rasulullah saw tentang apa yang boleh memasukkan manusia ke dalam syurga. Baginda menjawab ”Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik”. Baginda ditanya tentang apa yang akan memasukkan manusia ke dalam neraka. Baginda menjawab ”Mulut (lidah) dan faraj (alat kelamin)” (Fathu Bari. Jld 8:316)

3- Daripada Uqbah bin Amir: Rasulullah saw bersabda ”Kamu perlu menahan lidah, melapangkan keluargamu dan menangisi kesalahanmu” (Tarmizi:2406)

4- Daripada Abu Said al-Khudri: Rasulullah saw bersabda ”Bila pagi telah tiba seluruh anggota badan anak Adam akan mengingkari lidahnya. Semuanya berkata: Hendaklah engkau (wahai lidah) bertakwa kepada Allah mengenai kami. Kami ini (anggota badan) tergantung kepadamu, jika engkau lurus, maka luruslah kami dan jika engkau bengkok, maka bengkoklah kami. (Tarmizi:2407)-Lihat Sahih al-Jami’:351)

5- Daripada Malik bin Dinar: Rasulullah saw bersabda ”Apabila engkau merasakan kekerasan dalam hatimu, kelemahan pada tubuhmu dan kesempitan rezekimu maka ketahuilah bahawa engkau telah berkata sesuatu yang tidak berguna bagimu” (Minhajul Abidin, hal-139)

6- Daripada Ibnu Masud: Demi Allah, di muka bumi ini tiada sesuatu yang memerlukan sujud lebih lama melainkan lidah” (lihat al-Targhib, jld 3:526-oleh al-Mundziri)

7- Daripada Anas bin Malik: Rasulullah saw bertemu dgn Abu Dzar ”Wahai Abu Dzar, mahukah kamu ku tunjukkan dua keadaan yang keduan-duanya lebih ringan dipikul di atas bahuku tetapi lebih berat timbangannya drp yang lain. Abu Dzar berkata ”Ya ”. Baginda bersabda ”Kamu harus berakhlak mulia, banyakkan diam, dan demi Allah yang nyawaku ada padaNya, tidak ramai manusia yang berperangai seperti itu. (Lihat Takhrijul Hadis. Hal-1938)

Bahaya LIDAH

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 3:01 pm 0 komen dari pembaca
(Taken from Bulletin Al Hikmah, Masjid LDK Unej, Jember...)


Bismillahirrahmaanirrahiim....

4JJ1 menciptakan manusia denga dilengkapi panca indera. Dan salah satu indera tersebut yang paling penting adalah lisan. Dengan lisan manusia dapat menggunakannya untuk berbicara apa saja dan denan tujuan apa saja. Baik itu mencaci, memuji, menasihati, berkata benar atau bahkan memberikan kesaksian palsu. Akan tetapi, selamat atau celakanya seseorang ada kalanya justru bermula dari lisan. Oleh sebab itu, dalam pepatah Arab, diibaratkan lidah (alat ucap) bagaikan binatang buas. Bunyi lengkapnya demikian, "Sesungguhnya lidah itu biantang buas. Jika engkau ikat dia niscaya menjagamu, dan jika engkau lepaskan dia niscaya menerkammu. Oleh karena itu, hendaklah engkau berkata dengan lidah sekedarnya dan hendaklah engkau berhati-hati engannya."
Ada pula kata mutiara yang berbunyi, "Selamatnya manusia adalah bergantung kepada dapat tidaknya ia memlihara lidahnya."


Begitu besar manfaat lisan itu, tapi sebaliknya besar pula bahaya yang ditimbulkan dan disebabkan olehnya kalau dipergunakan kepada jalan yang salah.
Menggunakan lisan pun ada etikanya. 4JJ1 SWT berfirman,"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi 4JJ1 bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan."(QS Ash-Shaf: 2-3)

Sehingga langkah yang harus diambil oleh umat Islam dalam menjaga lisannya antara lain:

a. Selalu berkata yang baik.

Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada 4JJ1 dan hari kiamat maka hendaklah ia berkata baik atau diam."(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam Syafi'i apabila sesorang hendak berbicara, pikirkanlah sebelumnya, seandainya sudah jelas kemaslahatannya maka ucapkanlah namun apabila ragu dengan perkataannya itu jangan disampaikan hingga jelas kemaslahatannya.

b. Tidak berdusta

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul QS Al Hujurat ayat 6 bercerita tentang pentingnya mengecek ulang sebuah berita. Pernah terjadi kisah Rasulullah , seorang yang diutus bernama Khalid bin Uqbah untuk mengambil zakat daRI Bani Musthaliq. Namun Khalid mengabarkan kepada Rasulullah bahwa dirinya hendak dibunuh oleh kaum yang menyatakan tunduk dengan Islam. Berita ini membuat Rasulullah marah dan hampir saja memerangi kaum tersebut. Lalu turunlah ayat ini yang menjelaskan bahwa Khalid Bin Uqbah telah berdusta karena ketakutannya sewaktu menjalankan tugas. (dikabarkan dari Imam Ahmad dari Ibnu Hatim dan ImamTabrani ).

Dari cerita sini, dapat kita simpulkan bahwa mengecek ulang atau bertabayyun dalam Islam merupakan sikap yang harus diambil tatkala kita menerima suatu berita Sebagaimana firman 4JJ1 SWT:"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasik membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu."(HR Achmad). 4JJ1 juga berfirman:"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang ebriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna."

c. Tidak Menggunjing
Yang dimaksud tidak menggunjing ialah seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:"Ghibah ialah engkau menyebut suadaramu tentang apa-apa yang tidak disenanginya."(HR Muslim). Menurut An-Nawai bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah menyebut kekurangan dan keburukan seseorang dalam hal dunianya, agamanya, akhlaknya, istri dan anaknya, suami, hartanya, rumah tangganya, pakaiannya, gaya jalannya, pembantu rumah tangganya, baik menyebut dengan lisan maupun dengan bahasa isyarat kedipan mata, tangan dan sebagainya.


4JJ1 SWT dalam firmanNya:"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah engkau mencari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantaramu memakan daging saudaranya yang sudah mati?...(QS. Al Hujurat: 12)

Dari sini menyatakan bahwa 4JJ1 tidak menyukai orang-orang yang menggunjing saudaranya yang lain, karena apa yang digunjingkan ternyata tidak benar maka dia akan terkategorikan kedalam fitnah, dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

d. Tidak menghina sesama Muslim

Sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh menghina, mencela dan melaknat seseorang. Firman 4JJ1 SWT:"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok suatu kaum lain, karena boleh jadi mereka(yang diolok) lebih baik dari mereka yang mengolok, dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain, karena boleh jadi wanita (yang diolok) lebih baik dari wanita yang mengolok-olok, dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah panggilan buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang dzalim."(QS. Al Hujurat: 11)
Maksud dari mencela diri sendiri adalah mencela sesama muslim. Sebab orang Islam adalah bersaudara seperti satu badan, jadi menghina seorang muslim berarti menghina diri sendiri. Sedang panggilan buruk adalah memanggil seseorang dengan gelar yang tidak ia sukai, seperti panggilan kepada seseorang yang sudah beriman dengan kata-kata:"Hai fasik", dan kata-kata sejenisnya.

e. Tidak berkata kotor.

Yaitu perkataan yang jorok, kotor, tidak sopan, tidak pantas didengar, hal tersebut bisa mengakibatkan orang yang mendengarnya menjadi tersinggung dan sakit hati. 4JJ1 tidak menyukai orang-orang yang ebrkata kotor, seperti sabda Rasul:"Sesungguhnya 4JJ1 tidak suka kepada orang yang kotor perkataannya menyebabkan orang lain berkata kotor pula."(lihat: Ibnu Hibban 5177, Mawaridu Al-Dzam'an 1566, Ahmad 6514).

Menjauhi Pertengkaran dan Perdebatan

Dalam suatu riwayat, Nabi SAW pernah mendatagi sahabat beliau yang sedang berdebat, seraya beliau menegur dan melarang perbuatan itu, lalu beliau bersabda:"Barang siapa yang meninggalkan dusta sedang dia dalam keadaan salah, dibangunkan (oleh 4JJ1) untuknya (sebuah rumah) dipinggir surga. Dan barang siapa meninggalkan perdebatan sedang dia dalam keadaan benar, dibangunkan(oleh 4JJ1) untuknya dipertengahannya, dan barang siapa yang baik akhlaknya dibangunkan untuknya (rumah)yang paling tinggi."(HR. Tarmidzi dna berkata :Hadits Hasan)

Karena itu bagi orang-orang yang niat hidupnya untuk ibadah kepada 4JJ1 SWT, sudah tentu ia akan menghindari dan menjauhkannya baik dalam keadaan salah maupun benar.

Tuntutan Memelihara LIDAH

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 2:59 pm 0 komen dari pembaca
Oleh: Mohd Rumaizuddin Ghazali

Walaupun lidah merupakan anggota zahir yang kecil bagi setiap insan tetapi ia tetap mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan manusia. Sejarah membuktikan lidah mampu menimbulkan pelbagai sentimen yang menyebabkan manusia terus memburu dendam dan saling bermusuhan antara satu sama lain. Jika tidak dikawal, lidah boleh membawa berlakunya pelbagai kejahatan.Justeru itu, memelihara lidah adalah sangat dituntut oleh Islam.Bahaya lidah yang tidak bertanggungjawab boleh mengugat keharmonian masyarakat dan keluarga, Beberapa banyak penaniayaan, keruntuhan rumah tangga, permusuhan dan pembunuhan berlaku hanya disebabkn oleh lidah.

Bagi orang yang beriman, lidah yang dikurniakan Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.Oleh itu, Islam menganjurkan bagi manusia untuk berdiam daripada mengucap perkataan sia-sia.

Nabi Muhmmad pernah bersabda yang bermaksud :

“Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”(riwayat Bukhari dan Muslim)

Sebagai jalan selamat, ajaran Islam sejak mula lagi menganjurkan kepada kita agar tidak terlalu banyak bercakap kecuali percakapan yang jelas ada manfaatnya. Bahkan apabila berdiam diri itu sama saja manfaatnya dengan manfaat menutur percakapan, maka dalam kedudukan begini, adalah lebih utama bagi seseorang itu untuk diam sahaja. Sebab kadang-kadang apabila percakapan yang harus itu tidak dapat dikawal, ia boleh membawa kepada yang haram dan dilarang oleh ajaran Islam.

Rasulullah pernah ditanya tentang sebesar-besar perkara yang menyebabkan manusia masuk neraka. Lalu baginda meyebutkan dua perkara iaitu mulut dan kemaluan. Yang dimaksudkan mulut adalah bahaya lidah. Anas bin Malik pernah meriwayatkan hadith daripada Rasulullah yang menyebutkan bahawa tidaklah teguh seorang hamba sehingga teguh hatinya, dan tidaklah teguh hatinya sehingga teguh lidahnya, Dan tidak masuk syurga, orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya. Oleh itu, Islam menganjurkan kata-kata yang memberi faedah atau diam kerana kesalahan anak Adam yang paling banyak itu pada lidahnya.

Manusia tidak dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan diam kerana ia dapat mengelakkan daripada perkataan yang sia-sia, mengumpat dan fitnah. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa nabi menyuruh umatnya memelihara lidah dari perkataan yang keji dan buruk.

Sabdanya yang bermaksud :

“Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan. Sesungguhnya dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaitan.” Di dalam percakapan terdapat bencana dan di dalam diam terdapat kebahagiaan kerana itulah keutamaan diam amat besar.

Firman Allah yang bermaksud ;

“ tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf, ayat 18)

Antara bahaya lidah adalah berkata tentang sesuatu yang tidak penting kerana ia mensia-siakan waktu dan menyebabkan dirinya dihitung. Modal seorang manusia adalah waktu-waktunya.Apabila ia menggunakan untuk sesuatu yang tidak penting dan bernilai, nescaya ia telah mensia-siakan modal pokoknya. Kerana itulah

Rasulullah bersabda yang bermaksud :

“ Termasuk dalam kebaikan Islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yng tidak penting baginya.” (riwayat Turmizi dan Ibn Majah)

Pengertian ‘meninggalkan sesuatu yang tidak penting baginya’ adalah diutamakan di dalam perkara meninggalkan percakapan yang sia-sia atau yang tidak berfaedah aau meninggalkan percakapan yang boleh menyebabkan terjadinya fitnah dan permusuhan. Termasuk perkataan yang tidak penting adalah menanyakan kepada seseorang tentang sesuatu yang tidak penting atau memanjangkan perbicaraan dan kata-kata dengan maksud agar kelihatan lebih akrab atau sekadar mengisi masa lapang dengan menceritakan hikayat-hikayat yang tidak memberi manfat kecuali sekadar mengubah suasana hening.

Berlebihan dalam bicara juga termasuk daripada sifat tercela. Ia bermaksud menambah perbicaraan melebihi kadar keperluan. Orang yang menganggap penting sesuatu perkara , maka ia menyebutkan dengan perkataan yang ringkas dan padat. Apabila dengan sepatah kata sesuatu yang dimaksudkan telah diperolehi, maka kata yang kedua merupakan berlebihan. Walaupun perkataan yang berlebihan itu tidak dapat didefinisikan dengan sesuatu batasan, namun batasan yang pokok telah termaktub dalam firman Allah yang bermaksud :

“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan orang yang menyuruh manusia memberi sedekah atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian di antara mereka.” (Al-Nisa’, ayat 114)

Antara bahaya lidah juga ialah mengeluarkan perkataan yang batil dan keji seperti membincangkan urusan maksiat, menceritakan kisah-kisah lucah, tempat-tempat minuman keras dan tempat orang-orang fasiq. Perkara tersebut perlulah dihindari oleh umat Islam. Di samping itu, pertengkaran juga termasuk perbuatan tercela yang biasanya terjadi akibat perdebatan dan perbantahan. Keburukan perdebatan dan bantahan itu kerana ia rasa untuk menampakkan ilmu dan kelebihan diri dan rasa untuk menjatuhkan orang lain dengan menampakkan kekurangan lawannya. Apatah lagi sekiranya berlaku di kalangan cerdik pandai kerana perdebatan merupakan saat bodohnya orang alim dan di saat itu syaitan mengharapkan tergelincirnya. Rasulullah sering mengingatkan umatnya dengan sabdanya yang diriwayatkan oleh Aisyah bermaksud :

“ Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang sangat sengit dalam bertengkar.” (riwayat Bukhari, Muslim, Turmizi dan Nasa’i)

Orang Islam sentiasa memelihara lidah dengan menjauhi perkataan keji. Diriwayatkan oleh Turmizi bahawa nabi bersabda yang bermaksud :

“ Orang mukmin itu bukan pencaci maki, pengutuk, berkata keji dan tidak berlidah kotor.”

Islam juga melarang seseorang itu mengutuk dengan menggunakan perkataan laknat, kemurkaan Allah dan neraka jahanam. Tdaklah sesuatu bangsa dan kaum yang kutuk mengutuk melainkan mereka akan menangung akibat perkataannya. Mengutuk kepada binatang juga adalah tercela. Nabi pernah melalui satu tempat dan mendengar seorang wanita sedang mengutuk untanya, lalu Rasulullah melarang perkara tersebut. Berdasarkan penyataan di atas, Islam sama sekali melarang umatnya mengutuk orang lain walaupun dalam apa jua keadaan kerana ia akan menimbulkan kekacauan dalam masyarakat. Seseorang itu tidak boleh menuduh orang lain berbuat fasiq atau kufur tanpa ada bukti. Rasulullah bersabda yang bermaksud :

“ Tidaklah seseorang menuduh kafir kepada orang lain dan tidaklah ia menuduhnya dengan kefasikan melainkan tuduhan tersebut kembali kepada dirinya kalau temannya tidak seperti apa yang dituduhnya.” (riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadith ini melarang orang Islam mengkafirkan orang lain padahal ia mengerti bahawa orang tersebut orang Islam. Sekiranya orang itu melakukan bidah atau maksiat, maka perkara itu bukan termasuk dalam kategori mengeluarkannya daripada agama Islam. Rasulullah juga melarang orang Islam memaki orang yang telah mati. Bagi orang yang telah meninggal dunia perlulah menyebut kebaikan-kebaikan yang ada padanya.

Dalam ajaran Islam, seorang yang tidak menjaga lidahnya iaitu berkata-kata tanpa memikirkan akibat buruk dari kata-katanya boleh menjerumuskannya masuk ke dalam neraka seperti kata-kata yang membawa kukur seperti menghina Allah dan para nabi. Ajaran Islam mernhendaki hubungan sesama manusia terutama saudara Islam itu terselamat daripada segala penganiayaan sama ada berbentuk perbuatan atau perkataan. Orang Islam yang lebih utama ialah mereka yang memelihara lidah dan tangannya.Diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari bahawa Rasulullah bersabda yang bermaksud :

“ Wahai Rasulullah! Orang muslimin yang bagaimanakah yang paling utama?” Nabi menjawab: “Orang yang orang-orang Islam yang lain selamat dari lidah dan tangannya.”

Dari perspektif ajaran Islam, percakapan yang baik adalah percakapan atau perbualan yang membawa kepada mengingat Allah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah daripada kemungkaran.Oleh itu, umat Islam perlu memelihara lidahnya dari melakukan perkara yang dilarang oleh ajaran Islam. Jalan selamat dalam memelihara lidah adalah membanyakkan membaca al-Quran, berzikir dan mempelajari ilmu. Dengan itu, lidah akan mengangkat seseorang itu menjadi mulia dan membawa kejayaan kepada tuannya apabila digunakan pada jalan yang betul dan benar.

20100807

Betul ke kau KUAT?

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 3:30 pm 0 komen dari pembaca
Pada dasarnya betul ke kau ni terlalu kuat?
Betul ke kau ni terlalu hebat? Hebat sangat ke kau?
Pada sebahagian perkara mungkin kau hebat. Tapi aku tak rasa kau ini benar-benar hebat.
Hebatnya kau mungkin kerana rasa bongkak yang terlalu tinggi. Dan mungkin juga kerana apa saja teknologi yang dicipta oleh kau, digunapakai oleh masyarakat hari ini. Kerana terlalu banyak hal yang dirahsiakan.
Tapi kau terlalu penakut hakikatnya. Kau terlalu takut pada dirimu sendiri. Kau mungkin rasakan bahawa apa saja yang kau perbuat untuk kebaikan kau. Tapi sebenarnya kau menunjukkan kelemahanmu yang nyata.
Sesenang hati kau menggunakan kekerasan terhadap orang-orang yang lemah dan tidak berdaya. Mudah sekali kau menjawab pertanyaan media di kala kau membunuh orang awam kerana merasakan bahwa kedudukanmu tergugat. Nyatalah kalau kau memang pengecut.

tapi ada juga perkara yang amat pelik. Kenapa PBB masih tidak memandang penting akan kebejatanmu yang nyata ini.. atau mungkin PBB juga disuap olehmu..atau mungkin kuasamu lebih mengatasi suara yang lain-lain.

Mungkin juga kerana kau rasa kau adalah kuasa besar yang menempel tak ubah seperti parasit kota yang menghisap setiap darah dan mengerah orang lain bagi memenuhi keberhasilan dan keuntunganmu sendiri. Bahkan orang lain tidak sedar akan kerjaanmu.
Sangat licik peranmu sehingga kau mampu mengambil semula harta yang persis milikmu yang telah dipadam oleh kuasa Ilahi. Masih juga kau ingin mendapatkan sesuatu yang bukan milikmu kerana hal yang amat kau takuti..

Kerjaan yang gila dengan tembok besi penghadang setinggi meter-meter yang memang takkan mampu dipecahkan oleh mereka yang lemah itu. Namun, pada dasarnya itulah sikapmu yang sangat penakut.

Kau merangka dan menyusun aktivitimu dengan rapi bahkan bertahun-tahun lamanya kejahatan yang kau lakukan sehingga tidak pernah nampak satu kesilapan yang nyata. Hakikatnya, kaulah yang lemah itu.

Dan semua orang tahu akan "kuasa" yang kau anggap "kuat" itu.
Dan pasti harinya akan tiba bagi KEJATUHANmu..

Ku ucap selamat untuk hal itu.

20100804

Pasir Panjang yang suka Men-ca-pub

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 4:29 pm 0 komen dari pembaca
Melihat telatah DUN Pasir Panjang yang sentiasa mahukan publisiti murahan.

20100727

Soal Pertimbangan ....

Dicoret oleh; Nurain Shukree at 12:15 pm 1 komen dari pembaca
Diperoleh daripada Selak, Utusan Arkib

BANYAK cerita menarik dari Dewan Undangan Negeri (DUN) Pulau Pinang. Sesi soal jawab dan perbahasan memang panas. Malahan sebelum persidangan dirasmikan oleh Tun Abdul Rahman Abbas, DUN sudah terasa panasnya. Ini berikutan kejadian siling di bahagian pemerhati dan media jatuh.

Tidak pasti kenapa kejadian seperti itu berlaku. Dulu, pernah terjadi siling Dewan Rakyat bocor menyebabkan DAP mengemukakan usul tergempar bagi membincangkan isu itu.

Ketua Pembangkang, Lim Kit Siang ketika mencelah mengenai usul itu berkata: Bagaimana bangunan Parlimen yang diubah suai berharga RM100 juta boleh berlaku masalah sedemikian (bocor)''. Ada juga wakil DAP menyifatkan kebocoran itu membazirkan wang rakyat.

Tidak pasti pula apakah tindakan pembangkang (BN) di Pulau Pinang berhubung isu itu. Sejauh mana tindakan diambil oleh kerajaan negeri yang dikuasai DAP? Terserahlah kepada Ketua Menteri, Lim Guan Eng yang juga Setiausaha Agung DAP.

Turut menarik perhatian apabila ketua pembangkang, Azhar Ibrahim (BN-Penaga) akan dirujuk kepada Jawatankuasa Hak dan Kebebasan DUN kerana didakwa melanggar peraturan berikutan mengeluarkan kata-kata berbau hasutan ketika hari terakhir persidangan Khamis lalu. Beliau dikatakan menggunakan perkataan '13 Mei' ketika berlaku pertikaman lidah dengan Guan Eng semasa sesi penggulungan Usul Terima Kasih Ucapan Yang Dipertua Negeri, Tun Abdul Rahman Abbas.

Berikutan kenyataan itu, ADUN Datuk Keramat, Jagdeep Singh Deo mencadangkan usul berkaitan dan diluluskan. Kata Jagdeep, semua wakil rakyat dilarang menyebut perkataan yang mengandungi maksud hasutan, memberontak dan permusuhan kaum.

Sehari sebelum itu, Azhar nyaris dikenakan tindakan berikutan perkataan 'punggung' yang turut melibatkan pertikaian antara Jagdeep dan Azhar. Apakah 'suara' Azhar akan hilang di DUN selepas ini? Bak kata orang sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasa. Mungkin juga ini yang dikatakan bertindak tanpa pertimbangan yang wajar.

Mungkin selepas ini, semua orang perlu lebih berhati-hati ketika menyebut dan mengingati 13 Mei. Eloklah diingat tarikh lain dalam bulan Mei seperti 1 Mei (Hari Pekerja), 3 Mei (Hari Kebebasan Media), 9 Mei (Hari Ibu), 11 Mei (Hari UMNO), 12 Mei (Hari Jururawat), 15 Mei (Hari Belia), 16 Mei (Hari Guru), 18 Mei (Hari Muzium), 28 Mei (Hari Wesak) dan banyak lagi. Tetapi biar terbalik dunia ini, 13 Mei tidak boleh dipadam daripada sejarah hitam negara dan tidak mungkin 13 Mei digugurkan daripada kalendar.

Kembali kepada Guan Eng, kenyataannya mengenai Musa Hassan tidak layak memegang jawatan Ketua Polis Negara mengundang rasa kurang senang di kalangan pelbagai pihak.

Guan Eng dilaporkan berkata, kes kematian Aminulrasyid Amzah, 15, membuktikan anggota-anggota polis terlibat telah bertindak tanpa membuat pertimbangan yang wajar.

Maknanya hilang pertimbangan atau tidak memikirkan buruk baiknya.

Sememangnya sudah lumrah manusia, mereka akan hilang pertimbangan atau gagal membuat pertimbangan wajar dalam keadaan-keadaan tertentu. Selagi mereka bergelar manusia maka sikap itu tetap ada kecualilah robot yang akan mengikut program yang dicipta oleh manusia.

Manusia akan hilang pertimbangan ketika berada di jalan raya. Ada pemandu yang memecut sesuka hati tanpa mempedulikan had laju atau keselamatan orang lain. Ada yang memandu dalam keadaan mabuk sehingga menyebabkan kematian dan kecederaan orang lain. Disebabkan hilang pertimbangan juga, ada yang enggan bayar tol di lebuh raya, ada mat motor yang tidak menggunakan laluan khas motosikal di lebuh raya kerana hilang pertimbangan untuk menjaga keselamatan mereka. Di jalan raya juga, mat rempit hilang pertimbangan sehingga sanggup melanggar polis yang bertugas. Akibatnya ada polis yang mati, cedera parah, koma dan macam-macam lagi.

Itu kisah manusia hilang pertimbangan di jalan raya dan lebuh raya.

Manusia yang hilang pertimbangan juga sanggup mendera anak dan membuang bayi atau membakar bayi bagaikan sampah terbuang. Ada juga yang sanggup melontar telur busuk dan bom api ke rumah ibadat. Ini juga hilang pertimbangan.

Di Parlimen, atau di negara kita dikenali sebagai Dewan Rakyat dan Dewan Undangan Negeri, ramai juga orang politik yang hilang pertimbangan. Parlimen bagaikan gelanggang gusti atau macam di zoo! Mereka sanggup mengeluarkan ucapan dan perkataan yang menyakitkan hati. Ada di kalangan ahli politik yang begitu mudah melabelkan penipu, pembohong, perompak, penyamun, penyangak, perasuah dan pelbagai kata-kata kesat yang lain. Adakah itu semua diucapkan atas pertimbangan yang wajar yang tidak akan menyakiti hati atau menimbulkan rasa kurang senang di kalangan wakil rakyat dan orang lain di luar gelanggang politik?

Selain perkataan, disebabkan hilang pertimbangan, ada juga wakil rakyat yang sanggup membaling objek tertentu ke arah Speaker. Begitulah sikap manusia apabila mereka hilang pertimbangan.

Dalam hal ini, bukanlah tujuan penulis mahu membela atau menyindir mana-mana pihak.

Kita simpati dengan keluarga yang kehilangan anak remajanya. Kita simpati dengan keluarga remaja yang cedera ditembak polis. Naluri seorang ibu, anak tetap anak, maruah anak perlu dipertahankan dan mendapat keadilan sewajarnya.

Maka dalam situasi yang ada pada hari ini, eloklah semua pihak tidak menuding jari mencari kesilapan mana-mana pihak. Janganlah telunjuk lurus, kelingking berkait. Jangan ada yang menangguk di air keruh. Selesailah dengan baik. Bak kata orang bertungkus lumus biarlah di dapur, sifatkan seperti telunjuk dengan kapur; arang jangan dibuat pupur, banyaklah ayam kelak datang melumpur.

Akhir kalam, sesuatu yang turut menarik perhatian mengenai Guan Eng ini apabila beliau membatalkan majlis pelancaran 30,000 risalah dan sepanduk bagi penyebaran program penghargaan warga emas berikutan berlaku kesilapan ejaan di bahagian muka hadapan risalah.

Wartawan menegur kesilapan itu seperti ejaan kerajaan ditulis 'kearaajaan' dan penghinaan ditulis 'penghinaaan'. Dua-dua terlebih huruf 'a'. Entah apa yang mengganggu fikiran mereka yang menyemak dan mencetak risalah itu sehingga begitu ghairah dengan huruf 'a'. Hairan juga risalah yang tidak seberapa itu boleh tersilap. Penulis pun kadang kala tersilap tetapi apa nak buat untuk membaca kesemua perkataan dalam 32 muka surat bukanlah satu kerja mudah. Silap haribulan ke mahkamah.

Apa pun tindakan Guan Eng itu menunjukkan sekurang-kurangnya beliau peka kepada kesilapan ejaan. Malunya kalau risalah itu disemak oleh orang Malaysia sendiri. Kalau setakat bercakap yang dalam keadaan tunggang-langgang boleh dimaafkan. Tetapi jangan lupa, orang Malaysia yang tidak tahu berbahasa Melayu atau bertutur dalam bahasa Malaysia dengan baik juga berlambak dalam negara. Mereka harus malu kepada orang Bangladesh, Pakistan, India, Myanmar yang lebih baik turut kata bahasa Malaysia mereka!
 

Shain Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea